Senin, 13 Mei 2013

CONTOH USAHA MANDIRI




SINGKONG SI HITAM MANIS

Makanan merupakan kebutuhan pokok bagi setiap manusia, karena di dalamnya terkandung senyawa – senyawa yang sangat diperlukan untuk memulihkan dan memperbaiki jaringan tubuh yang rusak, mengatur proses di dalam tubuh, menghasilkan energi untuk kepentingan berbagai kegiatan dalam kehidupan. Jadi makanan tidak mungkin tidak dibeli maupun tidak dibuat karena sudah menjadi kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari – hari. Namun dengan banyaknya makanan yang telah ada menjadikan manusia untuk memilih makanan yang sesuai dengan kebutuhannya.

Singkong atau yang sering dikenal sebagai ketela pohon atau ubi kayu, adalah pohon tahunan tropika dan subtropika dari keluarga Euphorbiaceae. Umbinya dikenal luas sebagai makanan pokok penghasil karbohidrat dan daunnya sebagai sayuran. Jenis singkong Manihot esculenta pertama kali dikenal di Amerika Selatan kemudian dikembangkan pada masa pra-sejarah di Brasil dan Paraguay. Bentuk-bentuk modern dari spesies yang telah dibudidayakan dapat ditemukan bertumbuh liar di Brasil selatan. Meskipun spesies Manihot yang liar ada banyak, semua varitas M. esculenta dapat dibudidayakan. Produksi singkong dunia diperkirakan mencapai 184 juta ton pada tahun 2002. Sebagian besar produksi dihasilkan di Afrika 99,1 juta ton dan 33,2 juta ton di Amerika Latin dan Kepulauan Karibia. Singkong ditanam secara komersial di wilayah Indonesia (waktu itu Hindia Belanda) pada sekitar tahun 1810, setelah sebelumnya diperkenalkan orang Portugis pada abad ke-16 ke Nusantara dari Brasil.
Umbi akar singkong banyak mengandung glukosa dan dapat dimakan mentah. Rasanya sedikit manis, ada pula yang pahit tergantung pada kandungan racun glukosida yang dapat membentuk asam sianida. Umbi yang rasanya manis menghasilkan paling sedikit 20 mg HCN per kilogram umbi akar yang masih segar, dan 50 kali lebih banyak pada umbi yang rasanya pahit. Pada jenis singkong yang manis, proses pemasakan sangat diperlukan untuk menurunkan kadar racunnya. Dari umbi ini dapat pula dibuat tepung tapioka.
Ketela pohon (Manihot utilisima) merupakan tanaman umbi-umbian yang mampu menghasilkan salah satu penghsail dan pengganti bahan makanan pokok. Kandungan karbohidrat yang ada dalam ketela pohon cukup tinggi sehingga mampu memberikan rasa kenyang dengan mengkonsumsinya. Keberadaan ketela pohon saat ini mayoritas dimanfaatkan untuk makanan camilan dengan cara digoreng atau direbus. Melihat potensi yang ada pada ketela pohon yang cukup menguntungkan maka kami mengusulkan perubahan cara penyajian dari camilan ketela pohon dengan cara di rangkai dalam satu tusuk sate (SINGKONG).
Perubahan penyajian yang kami lakukan tidak lain adalah dengan harapan untuk meningkatkan jumlah konsumsi ketela pohon sebagai camilan yang sehat. Umbi singkong merupakan sumber energi yang kaya karbohidrat namun sangat miskin protein. Karbohidrat yang ada dalam singkong mampu memberikan asupan zat tepung bagi tubuh yang nantinya akan diubah menjadi glukosa melalui serangkaian proses enzimasi dalam tubuh manusia. Selain mengandung karbohidrat, kandungan kalori dalam singkong juga cukup besar sekitar 146 kkal/100 gram singkong. Selain sebagai makanan, tanaman singkong memiliki berbagai khasiat sebagai obat. Di antaranya obat rematik, sakit kepala, demam, luka, diare, cacingan, disentri, rabun senja, beri beri, dan bisa meningkatkan stamina.

Pembahasan...,,

Proses produksi “SINGKONG SI HITAM MANIS” memerlukan waktu yang cukup lama mulai dari pengupasan, pencucian, pembersihan pemotongan, pengukusan, kemudian penggorengan. Proses yang panjang ini tidak lain adalah untuk menghasilkan produk yang berkualitas, yang mempunyai cita rasa yang khas disukai konsumen. Pada umumnya manusia mempunyai kecenderungan untuk bosan melakukan atau merasakan sesuatu. Oleh karena itu, dilakukan perubahan pola penyajian dengan menyajikannya melalui penyusunan di tusuk sate ditambahkan siraman coklat cair.
            Paduan antara ketela pohon yang telah digoreng kemudian ditusuk sate lalu disiram dengan coklat cair akan memberikan rasa yang unik terlebih apabila disajikan dalam keadaan yang hangat dengan lelehan coklat diatasnya. Aroma dari ketela pohon yang digoreng dengan ditambahkan bumbu gula dan garam yang sedap akan bertambah sedap lagi dengan pemberian coklat leleh untuk melapisi ketela pohon seperti ketela pohon tersebut dibakar diatas bara api.
            Produk “SINGKONG SI HITAM MANIS” ini dapat dengan mudah dinikmati apabila produk ini mudah dijangkau, artinya tempat penjualan dari produk “SINGKONG SI HITAM MANIS” ini dipasarkan di tempat tempat yang strategis yang sering dilewati banyak orang. Produk “SINGKONG SI HITAM MANIS” direncanakan akan dipasarkan didaerah sekitar kampus tepatnya disekitar double way (gerbang masuk). Hal ini dilakukan dengan harapan setiap mahasiswa yang lewat ataupun pengguna jalan dapat melihat dan menikmati produk yang dijajakan sambil menghilangkan rasa lelah. Untuk waktu pemasaran akan dilakukan pada sore sampai malam hari, hal ini ditujukan waktu untuk mengkonsumsi produk ini adalah saat suhu udara rendah sehingga dengan mengkonsumsi produk ini akan memberikan rasa hangat. Di dukung juga dengan cuaca kota Jember yang akhir – akhir ini diselimuti oleh awan tebal dan seringnya turun hujan di sore dan malam hari.
 Strategi pemasaran yang lain dapat dilakukan dengan mengaplikasikan pemasaran melalui toko-toko disekitar kampus dengan cara penitipan produk yang hasilnya dibagi sesuai dengan kesepakatan yang telah dilakukan. Strategi pemasaran lainnya adalah dengan menempel pamflet dan dengan menyebar brosusr dengan mempropaganda produk dengan desain gambar yang menarik. Selain itu, kita juga bisa memasarkan produk “SINGKONG SI HITAM MANIS” melalui informasi dari mulut ke mulut. Target pemasaran yang selanjutnya adalah melakukan pengembangan usaha dengan menambah jumlah produksi apabila pada produksi yang pertama memberikan indikasi tingginya minat konsumen terhadap produk yang diusahakan. Strategi pengendalian jumlah produksi juga harus dilakukan agar pasokan untuk konsumen tidak berlebih, kalau bisa produk tersebut dicari-cari oleh konsumen. Hal ini dilakukan dengan harapan para konsumen membutuhkan produk tersebut dan akan memberikan kesan bahwa produk ini merupakan produk yang cukup sulit didapatkan dan keberadaanya esok hari telah ditunggu tunggu. Selain itu, pembukaan untuk penerimaan pesanan juga akan membantu pemasaran produk agar lebih dikenal masyarakat luas.
            Biaya produksi yang digunakan cukup ringan dan tergantung dari jumlah kebutuhan untuk operasional sehari-hari, apabila jumlah permintaan besar maka dapat menaikan produksi agar mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Besarnya keuntungan cukup untuk menutup semua biaya investasi yang telah masuk, mulai dari kompor dan peralatan penggorengan. Untuk tempat pelaksanaan dapat menggunakan tempat / gerobak dengan sistem sewa sehingga pendapatan akan jauh lebih meningkat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar